#AwasKBGO: Kampanye SAFEnet untuk 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Hari ini adalah peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network turut berpartisipasi selama 16 hari ke depan dengan kembali menyoroti kasus-kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) dalam kampanye online #AwasKBGO.

Kampanye ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman pada publik untuk mengenali, mencegah, dan menyikapi kekerasan berbasis gender online melalui konten-konten di media sosial.

Dalam Catatan Tahunan 2019 yang dirilis Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), jenis kasus kekerasan terhadap perempuan dalam dunia siber mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2018, ada 97 aduan kasus Kekerasan terhadap Perempuan di dunia siber dengan 125 jenis kekerasan siber. Tahun sebelumnya ada 65 aduan kasus dengan 95 jenis kekerasan siber.

Kondisi ini semakin miris bila memperhatikan bahwa pelakunya didominasi orang-orang terdekat (61%), seperti pacar, mantan pacar, suami, atau mantan suami. Sementara sisanya dilakukan oleh orang lain, mulai dari teman, kenalan, bahkan orang yang tidak dikenal.

“Sayangnya, kesadaran masyarakat tentang cara mengenali dan mencegah kekerasan berbasis gender online terbilang rendah. Kasus Baiq Nuril yang hampir dikriminalisasi setelah melaporkan pelecehan seksual non-fisik, menjadi contoh penegakan hukum yang ada belum berpihak pada korban,” ungkap Bimo Fundrika dari Divisi Digital At-Risk.

Tahun ini, secara spesifik Divisi Digital At-Risk menyoroti bentuk-bentuk kekerasan berbasis gender yang sering terjadi melalui aplikasi kencan dan juga dalam sebuah hubungan yang konteksnya dengan penggunaan teknologi.

“Salah satu alasan kami menyoroti penggunaan aplikasi kencan online, karena sepertiga orang Indonesia telah menggunakan internet dan aplikasi kencan online. Bahkan menurut data YouGov pada 2017, secara spesifik jumlah pengguna di kalangan milenial tumbuh sebesar 36 persen,” kata Bimo.

Meningkatnya penggunaan aplikasi kencan online ini menjadi suatu hal yang menarik untuk diperhatikan. Kemajuan teknologi memang membawa kemudahan tetapi tanpa disertai pengetahuan tentang privasi dan keamanan digital yang memadai oleh penggunanya, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan bentuk-bentuk kekerasan berbasis gender, yang seringkali tidak ada satu cara manjur atau solusi untuk menghadapi dan menanganinya.

Selain melalui kampanye online #AwasKBGO, SAFEnet bekerja sama dengan inisiatif Beda Itu Biasa untuk melaksanakan pelatihan Mengenali dan Mencegah Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di program Kelas Setiap Hari pada 3 Desember 2019 nanti. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam upaya mencegah kekerasan berbasis gender online (KBGO).

Sebelumnya, SAFEnet telah merilis “Panduan Memahami dan Menyikapi Kekerasan Berbasis Gender Online” yang dapat diunduh melalui tautan s.id/panduanKBGO.

Untuk info lebih lanjut mengenai kampanye ini, silakan kontak Hotline SAFEnet di 0811-9223-375 atau melalui email di info@safenet.or.id.

Salam #16HAKTP #GerakBersama #AwasKBGO
Bimo Fundrika, Divisi Digital At-Risk


Divisi Digital At-Risk adalah tim di dalam SAFEnet yang fokus dengan isu kekerasan berbasis gender online. Aktivitas Divisi Digital At-Risk meliputi advokasi kebijakan, edukasi dan literasi mengenai KBGO serta privasi dan keamanan digital, dan penanganan kasus KBGO dalam kemitraan bersama Komnas Perempuan.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *